Empat macam Mutiara Manusia yaitu Akal, Agama, Malu, dan Amal Soleh, Hal tersebut disampaikan Gus Aqim Musolah dalam acara Peringatan Tahun Baru Islam 1446 H dan Santunan Anak Yatim Piatu, Kaum Dhuafa, Anak Asuh Pimpinan Anak Cabang Muslimat Nahdlatul Ulama Metro Barat di Aula Kelurahan Mulyojati Metro, Ahad (28/07/2025)
Siti Mudawamah selaku Ketua PAC Muslimat NU Metro Barat Menyampaikan bahwa acara Santunan Anak Yatim, Kaum Dhuafa, dan Anak Asuh adalah agenda rutin tahunan.
” Kami ucapkan terimakasih kepada seluruh dermawan yang sudah memberikan Infaqnya, mudah mudahan menjadi amal jariyah kita semua, Alhamdulillah infaq terkumpul 59.196.000 dan kami tasarufkan ke anak yatim, kaum dhuafa dan anak asuh pimpinan anak cabang muslimat metro Barat, semoga dengan tema semangat Muharram kita wujudkan generasi cerdas, mandiri dan Berakhlakul karimah bisa terwujud sesuai tema”, lanjutnya.
Lebih lanjut Gus Aqim menyampaikan empat macam mutiara yang ada pada diri manusia dapat hilang dengan empat perkara yang lain didalam kitab Nashoihul Ibad :
اَرْبَعَةٌ جَوَاهِرٌ فِي جِسْمِ بَنِي آدَمَ يُزِيلُها اربَعَةُ اشْياءَ، امَا اجَواهِرُ العَقْلُ، والدِينُ، والحَياءُ، والعَمَلُ الصالِحُ، فالغَضَبُ يُزِيْلُ العَقْل، والحَسَدُ يُزِيْلُ ادِينَ، والطَمَعُ يُزِيْلُ الحَياءََ، والغِيْبَةُ يُزِيْلُ العَمَلَ الصالِح
“Empat macam mutiara yang ada pada diri manusia dapat hilang dengan empat perkara yang lain. Empat mutiara itu ialah: akal, agama, malu, dan amal saleh. Kemarahan dapat menghilangkan akal, hasud atau dengki dapat menghilangkan agama, tamak dapat menghilangkan malu, mengumpat atau ghibah dapat menghilangkan amal saleh”. (Ibn Hajar Asqalani, kitab Nashaihul Ibad).
“Manusia merupakan makhluk yang sempurna karena ia mempunyai jasad atau fisik yang indah dan dilengkapi dengan psikis yaitu ruh atau jiwa, sehingga dengan itu manusia dikaruniai Allah sebuah keutamaan yang membedakan kualitas dirinya dengan makhluk lain, oleh karena itu Allah SWT membekali manusia dengan empat mutiara yang perlu dijaga karena tantangannya tidaklah ringan”, lanjutnya.
“Untuk mempertahankan ketahanan keluarga kita, mari kita sebagai orang tua memberikan bekal empat mutiara akal, agama, malu, dan amal Soleh serta berikan contoh yang baik kepada putra putri kita supaya menjadi anak yang Soleh dan mempunyai kemandirian dari usia anak anak”, tutupnya.
Acara tersebut juga dihadiri oleh PCNU Kota Metro Hi Sahro, Mustasyar PWNU Lampung Buya Zakaria Ahmad, beberapa perwakilan PAC Muslimat NU Se- Kota Metro, Ketua MWCNU Metro Barat.
Kemudian juga dihadiri Camat Metro Barat, Lurah Mulyojati, Kepala SDNU Metro, Ketua DPC PKB Kota Metro Gus Wahid Asngari, Ketua Lembaga dan Badan Otonom NU Kota Metro.
Pewarta: (Dedek Riwanto JS)














