Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Provinsi Lampung menggelar pelantikan kepengurusan baru masa khidmat 2024–2028 di Auditorium Universitas Islam Negeri Lampung (8/6/2025)
Kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum regenerasi anak-anak muda Nahdlatul Ulama (NU) yang bakal menghadirkan gagasan segar bagi organisasi, masyarakat, dan bangsa.
Ketua PW GP Ansor Lampung Budi Hadi Yunanto, menegaskan bahwa pelantikan ini merupakan tonggak awal kebangkitan baru Ansor Lampung.
“Hari ini kita dilantik, tentu saja kepengurusan baru, Ini saatnya Ansor menyusun ulang langkahnya, menyelaraskan gerak dengan kebutuhan zaman,” ujarnya.
Pelantikan ini dirangkai dalam serangkaian kegiatan selama empat hari. Rangkaian kegiatan diantaranya tahlil dan doa bersama untuk keselamatan bangsa dan bedah buku.
“Jadi kita sudah melaksanakan napak tilas Sejarah Perkembangan NU di Lampung, hingga ziarah ke makam Tokoh NU. Puncaknya hari ini PW GP Ansor Lampung, LBH PW Ansor, dan LP3H Ansor resmi dilantik,”ujarnya.
Ia berharap ke depan kepengurusan Ansor Lampung harus menjadi laboratorium kaderisasi yang progresif.
“Kita ingin Ansor bukan hanya kuat secara struktural, tapi juga substantif. Kader-kader kita harus menjawab tantangan zaman dari ekonomi hijau, digitalisasi, moderasi beragama, dan tentu saja keberpihakan pada masyarakat kecil,”tutupnya.
Sementara itu Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor, Addin Jauharudin mengatakan, mengurus dan mengembangkan kepedulian terhadap organisasi adalah pokok utama.
“Ini yang akan kami tanamkan sebagai pimpinan pusat kepada seluruh kader Ansor dan Banser se-Indonesia,” ucap Addin dalam sambutannya.
Dia juga menyampaikan, mengurus Ansor harus memiliki keteguhan hati yang besar dan keikhlasan dalam pengamalannya.
“Ansor didirikan oleh para ulama sebagai bentuk ijtihad dalam mengawal keindonesiaan dan keislaman,’’ jelas dia.
Oleh sebab itu, lanjutnya, merawat dan mengembangkan Ansor merupakan wujud kepedulian dan kecintaan terhadap organisasi.
“Tugas berat kita semua sebagai kader Ansor adalah menjaga warisan masa lampau lalu mengembangkannya di kemudian hari. Tugas kita adalah sebagai pembaharu masa depan,” jelasnya.
Pada kesempatan itu, dia meminta kepada setiap kader Ansor harus bisa menjadi pemimpin baik untuk diri pribadi maupun organisasi.
“Pengembangan sumber daya manusia atau sumber daya kaderisasi adalah pokok utama gagasan yang kami buat dari pimpinan pusat. Ada sembilan langkah transformasi Ansor untuk Ansor masa depan. Setiap langkah dan gerakan yang kami buat semata-mata untuk menyamaratakan setiap kebutuhan kaderisasi yang ada,” ungkapnya.
Dia berharap, setiap regenerasi kepengurusan yang berlangsung di tubuh Ansor harus bisa adaptif terhadap perkembangan zaman.
“Jadilah pemimpin yang selalu mengelola harapan setiap kader. Sebab, dengan harapan tersebut Ansor akan terus hidup dalam diri kita masing-masing. Selamat dilantik PW GP Ansor Lampung,” tandas Addin.
Lebih lanjut, Addin menjelaskan bahwa ilmu pengetahuan perlu dibarengi dengan manajemen yang baik untuk menghasilkan inovasi. Menurutnya, kombinasi teknik dan manajemen dalam berbagai disiplin ilmu dapat melahirkan produk yang bermanfaat bagi masyarakat. Addin mengidentifikasi empat elemen kunci yang harus dimiliki suatu bangsa untuk menjadi kuat yaitu produksi mandiri, sumber daya manusia (SDM) unggul, pasar yang besar, dan dukungan finansial.
Diakhir Acara dilakukan Peluncuran PT Erindo (Energi Residu Indonesia), sebuah badan usaha milik Ansor yang bergerak di sektor energi. Ini menandai keberanian organisasi keagamaan dalam merambah sektor strategis yang berdampak luas.
Kemudian Penandatanganan Perjanjian Kerjasama Bank Syari’ah Indonesia (BSI) dengan GP Ansor dan Lazisnu Provinsi Lampung tentang penyediaan layanan perbankan syariah. Selain itu, dilakukan penyematan tanda kehormatan kepada ketua demisioner, penyerahan simbolis dari Ketua PW GP Ansor Lampung Budi Hadi Yunanto kepada Hidir Ibrahim














