Jakarta, 30 Juni 2025 — Fatayat NU Kota Metro hadir sebagai bagian dari 100 kader terpilih dalam Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Fatayat NU tahun 2025. Sekaligus menegaskan komitmen organisasi daerah terhadap kaderisasi yang berkelanjutan dan berdampak secara nasional.
Pelatihan yang diselenggarakan oleh Pimpinan Pusat Fatayat NU ini berlangsung pada 27–29 Juni 2025 di Wisma Syahida Inn, Ciputat, Tangerang Selatan, dan diikuti oleh kader pilihan dari berbagai provinsi, wilayah, dan cabang.
Salah satu peserta dari Provinsi Lampung adalah Mai Zuniati, S.S., M. Pd, perwakilan dari PC Fatayat NU Kota Metro dan dosen tetap di Universitas Ma’arif Lampung (UMALA). Bersama 12 peserta lainnya baik dari perwakilan PW Fatayat, PC Fatayat NU Lampung Timur, PC Fatayat NU Lampung Tengah, dan PC Fatayat NU Tulang Bawang, aktif mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang menjadi jenjang tertinggi pengkaderan nasional Fatayat NU.

“Pelatihan ini sangat strategis untuk mengasah kapasitas kepemimpinan perempuan serta memperluas jejaring kader di tingkat nasional. Selain itu, Pelatihan ini sangat strategis, bukan hanya dalam rangka memperkuat kapasitas kepemimpinan perempuan, tetapi juga menjadi momen refleksi diri sebagai kader organisasi perempuan muda Nahdlatul Ulama Saya merasa terhormat dapat mewakili Lampung dan Kota Metro dalam forum ini,” ujar Mai Zuniati di sela-sela sesi pelatihan.
Dalam salah satu sesi utama, Ibu Arifatul Choiri Fauzi, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, menyampaikan pentingnya optimalisasi peran LKP3A (Lembaga Konsultasi Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak). Ia menekankan bahwa lembaga ini harus dimaksimalkan di setiap wilayah, khususnya di dalam struktur organisasi Fatayat NU tingkat daerah seperti Kota Metro, untuk memperkuat perlindungan dan pemberdayaan perempuan di akar rumput.
PKN 2025 mengusung tema “Perempuan Tangguh: Mewujudkan Kepemimpinan Transformatif dan Inovasi Berkelanjutan”, serta menghadirkan narasumber nasional lainnya, di antaranya Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, Ketua Umum PP Fatayat NU Hj. Margaret Aliyatul Maimunah, Ketua PBNU KH. Aunullah Ala Habib, Gus Ipang Wahid, serta Ny. Alissa Qotrunnada Wahid.
Puncak kegiatan ditandai dengan penampilan peserta dalam busana adat daerah. Delegasi Lampung tampil anggun mengenakan pakaian adat khas Lampung, serta memberikan suvenir berupa syal tapis kepada Ketua Umum PP Fatayat NU, Hj. Margaret Aliyatul Maimunah. Syal tersebut dikenakan beliau hingga penutupan acara sebagai simbol kehormatan dan apresiasi terhadap kekayaan budaya lokal.

Dalam sambutannya saat menutup kegiatan, Ketua Umum menyampaikan pesan reflektif: “Para pimpinan Fatayat NU jangan menjadi kader yang njelehi, dalam arti tidak berkembang dan stagnan. Jadilah kader yang terus meng-upgrade diri, kompeten, dan memberi kebermanfaatan untuk masyarakat.”
Di akhir sesi, Mai Zuniati menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah memberikan dukungan atas partisipasinya dalam PKN: “Terima kasih kepada PCNU Kota Metro, PC Fatayat NU Kota Metro, Universitas Ma’arif Lampung, serta KSPPS BMT Artha Buana Kota Metro atas dukungan dan kepercayaannya. Semoga sinergi ini terus terbangun dan dapat memperkuat gerakan kaderisasi perempuan yang berdaya dan berdampak.” Ia juga menegaskan komitmennya untuk membawa hasil pelatihan ke ranah praksis, “InsyaAllah, seluruh ilmu, pengalaman, dan jaringan dari PKN ini akan saya aplikasikan dalam konteks pengembangan organisasi, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat di Kota Metro.”
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa kaderisasi bukan hanya proses internal, tetapi juga panggilan untuk menghadirkan pemimpin perempuan muda NU yang siap terlibat aktif dalam membangun bangsa.














