Gerakan Pemuda (GP) Ansor sebagai organisasi kepemudaan yang besar di Indonesia memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jama’ah serta peran sosial-kebangsaan di tengah masyarakat.
Untuk memastikan gerak organisasi ini berjalan secara teratur, tertib, dan sesuai dengan tujuan pendirian, maka penting bagi setiap pengurus Ansor di semua tingkatan untuk memahami Peraturan Dasar (PD), Peraturan Rumah Tangga (PRT), serta Peraturan Perkumpulan (Perkum) yang menjadi rujukan dasar dalam menjalankan roda organisasi.
Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Metro, Dedek Riwanto JS, M.E dalam acara pembukaan Konferensi Anak Cabang (Konferancab) VII GP Ansor Metro Selatan di Masjid Ar Raudhoh Margorejo, Ahad (13/7/2025) malam.Dedek mengatakan setidaknya ada 4 hal mengapa para pengurus Ansor harus memahami peraturan-peraturan dalam perkumpulan khususnya di Ansor.
“Pertama, sebagai landasan hukum dan struktur organisasi. PD/PRT merupakan fondasi hukum dan kerangka kerja organisasi Ansor,” katanya.
Selanjutnya, kedua memahami aturan sama saja menjaga muruah dan tertib organisasi. Dengan memahami PD/PRT, pengurus akan memiliki acuan dalam bertindak dan berbicara atas nama organisasi.
“Ketiga, menjadi dasar evaluasi dan pengambilan keputusan. Banyak keputusan penting dalam tubuh Ansor diambil berdasarkan mekanisme musyawarah sebagaimana diatur dalam PRT. Mulai dari penetapan program kerja, pergantian antar waktu pengurus, hingga pelaksanaan konferensi,” jelasnya.
Pemahaman terhadap peraturan organisasi, menurutnya akan membantu pengurus bersikap profesional dan objektif dalam setiap proses evaluasi dan pengambilan keputusan.
Keempat, lanjutnya, bisa mengantisipasi penyimpangan prosedural dan untuk menyelesaikan perbedaan dengan cara yang bermartabat sesuai dengan peraturan yang berlaku. Dengan mematuhi aturan, kepengurusan akan menjadi team yang bisa menjalankan semua program.
Pentingnya faham aturan maka setiap calon pengurus maupun anggota aktif perlu dibekali dengan wawasan struktural-organisatoris agar tidak hanya memiliki semangat berkhidmat, tetapi juga mampu menjalankan peran dengan cerdas dan terarah.
Sementara ketua Majelis Wakil Cabang Nahdatul Ulama (MWCNU) Metro Selatan Kiai Markaban berpesan pentingnya Konsolidasi dan Koordinasi dalam menjalankan roda organisasi.
“Dengan Konsolidasi dan koordinasi dapat membantu mengurangi salah faham dan meningkatkan efisiensi dalam mencapai tujuan”, katanya.
Lebih lanjut Ia katakan bahwa konsolidasi dan koordinasi yang baik, organisasi dapat mencapai tujuan yang lebih efektif dan tepat sasaran.
“Selalu komunikasi antara MWCNU dan Badan Otonom, sehingga bisa memperkuat hubungan dan kerja sama”, ujarnya.
Dengan demikian, konsolidasi dan koordinasi sangat penting untuk mencapai tujuan dan meningkatkan kualitas kerja sama dalam berbagai aspek kehidupan.













