Sebagai upaya memperkuat penjaminan mutu kualitas lulusan santri, SD Nahdlatul Ulama (SDNU) Kota Metro menggelar rapat koordinasi persiapan Evaluasi Belajar Tahap Akhir (EBTA) dan Munaqosah bersama Pengurus Majelis Pembina (Mabin) An-Nahdliyah Kota Metro. Pertemuan ini berlangsung khidmat di lingkungan SDNU pada Ahad (3/5/2026).
Pelaksanaan EBTA dan Munaqosah di SDNU kali ini memiliki nilai strategis karena merupakan pelaksanaan perdana.
Kegiatan ini diproyeksikan menjadi pilot project atau percontohan bagi TPQ berbasis metode An-Nahdliyah lainnya di seluruh Kota Metro dalam hal standarisasi kelulusan.
Ketua Mabin An-Nahdliyah Kota Metro, Dr. Muhammad Syaifullah, M.Pd.I, dalam arahannya menekankan pentingnya standarisasi penilaian yang komprehensif.

Ia menjelaskan bahwa proses penilaian dimulai dari tahapan EBTA yang kemudian dilanjutkan ke tahap Munaqosah.
“Pengembangan sistem penilaian di TPQ metode An-Nahdliyah harus dilakukan secara sistematis. Hal ini mencakup tujuh pilar utama, yaitu: Standar Kompetensi Lulusan (SKL), Kompetensi Dasar (KD), Materi Pokok, Indikator Pencapaian, Rencana Penilaian, Teknik Penilaian, hingga Pencatatan dan Pelaporan,” ujar Dr. Syaifullah.
Untuk menjaga objektivitas dan kualitas hasil evaluasi, tim penguji atau Team Evaluasi diterjunkan langsung dari Majelis Pembina Cabang (Mabin Cabang).
Langkah ini dilakukan guna memastikan bahwa setiap santri yang dinyatakan lulus benar-benar memenuhi kualifikasi standar materi An-Nahdliyah yang telah ditetapkan.

Dengan adanya persiapan matang ini, SDNU diharapkan mampu mencetak generasi yang fasih Al-Qur’an sekaligus menjadi barometer bagi pengembangan pendidikan Al-Qur’an metode An-Nahdliyah di Bumi Sai Wawai













