Sekolah Dasar Nahdlatul Ulama (SDNU) Kota Metro sukses menggelar panggung Haflah Akhirussanah dan Pelepasan Siswa. Acara yang berlangsung khidmat dan penuh haru ini menghadirkan ulama karismatik, Kiai Abdul Hamid, untuk memberikan mauidhoh hasanah (ceramah agama) di hadapan ratusan wali murid dan dewan guru pada Sabtu (23/5/2026).
Dalam tausiyahnya, Kiai Abdul Hamid membedah secara mendalam tentang “Trilogi Pendidikan” yang menjadi kunci utama dalam mencetak generasi penerus yang baik. Tiga komponen mutlak tersebut adalah sinergi antara orang tua, guru, dan anak itu sendiri.
“Orang tua memegang tugas berat menjalankan amanah Allah, guru bertugas mentransfer ilmu dan akhlak, sedangkan anak memiliki kewajiban mutlak untuk belajar,” ujar Kiai Abdul Hamid di hadapan para hadirin.
Menurut Kiai Abdul Hamid Komponen Trilogi Pendidikan Keberhasilan pendidikan anak tidak bisa berdiri sendiri. Harus ada keseimbangan dari tiga elemen.
“Pertama Orang tua Sebagai pemegang amanah pertama dari Allah SWT untuk mendidik dan menjaga anak, Kedua Guru Sebagai jembatan ilmu dan pembentuk karakter di sekolah, ketiga Anak itu sendiri Sebagai subjek yang wajib taat, patuh, dan fokus belajar demi masa depannya,”tambahnya.
Kiai Abdul Hamid menyebutkan bahwa doa orang tua adalah satu-satunya senjata paling ampuh yang langsung menembus langit. Hal ini bersandar pada hadis Nabi SAW:
“Tiga doa yang dikabulkan tanpa diragukan lagi: doa orang yang dizalimi, doa musafir, dan doa orang tua untuk anaknya.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah).
Kiai Hamid juga membagikan empat rumus praktis bagi orang tua agar sukses mengantarkan anak-anaknya menuju gerbang keberhasilan dunia dan akhirat.
“Empat rumus tersebut meliputi kekuatan doa orang tua, totalitas khidmah (pelayanan), jaminan rezeki yang halal, serta ketepatan dalam memilih lingkungan pendidikan yang baik, seperti halnya di SDNU Kota Metro,”ujar Kiai Hamid.
Pertama, Doa Orang Tua (Khususnya Ibu harus “Cerewet tur Gemati”), Ibu-ibu boleh cerewet, tetapi cerewetnya harus penuh kasih sayang (gemati), yaitu cerewet dalam menasihati kebaikan, mengingatkan salat, dan tidak putus menyelipkan nama anak di setiap sujudnya. Kata Nabi, doa orang tua adalah jalan pintas kesuksesan anak.
Kedua Khidmah untuk Kesuksesan Anak, Orang tua harus totalitas dalam berkhidmah (melayani dan memfasilitasi) kebutuhan belajar anak. Lelahnya orang tua dalam mengurus anak akan menjadi penggugur dosa.
Ketiga Memberikan Rezeki yang Halal, Jangan memberi makan anak dari harta yang syubhat, apalagi haram. Rezeki yang halal akan melunakkan hati anak sehingga mereka mudah diatur dan cepat menyerap ilmu.
Keempat, Menempatkan Anak di Lingkungan yang Baik, Pilihan wali murid menyekolahkan anak di SDNU Kota Metro adalah langkah tepat. Lingkungan yang agamis akan menjaga tumbuh kembang anak dari pengaruh negatif zaman.
Menurut Kiai Hamid Pentingnya Lingkungan Pendidikan yang Baik, Lingkungan dan madrasah tempat anak bernaung menentukan arah masa depannya. Sebagaimana sabda Nabi SAW:
“Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah (suci). Kemudian kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi.” (HR. Bukhari dan Muslim).













