Pimpinan Cabang Muslimat Nahdlatul Ulama (PC Muslimat NU) Kota Metro menggelar Peringatan Hari Lahir ke-80 Muslimat NU bersamaan dengan Santunan Yatim Piatu dan Dhuafa. Acara berlangsung di Gedung Kelurahan Mulyojati, Kota Metro, pada Sabtu (27/6/2026).
Kegiatan ini menjadi wujud syukur atas usia Muslimat NU yang ke-80, sekaligus penguatan nilai kepedulian sosial kepada masyarakat yang membutuhkan di Kota Metro.
Acara dihadiri ratusan anggota Muslimat NU se-Kota Metro, PW Muslimat, pengurus MWC NU, Lembaga Banom NU, tokoh agama, pemerintah setempat, serta puluhan anak yatim piatu dan kaum dhuafa penerima santunan.
Ketua PC Muslimat NU Kota Metro, Hj. Siti Rumzanah dalam sambutannya menyampaikan bahwa Harlah ke-80 menjadi momentum muhasabah dan memperkuat peran Muslimat NU di tengah masyarakat.
“Delapan puluh tahun Muslimat NU mengabdi untuk bangsa dan agama. Tema Harlah ini mengajak kita untuk terus istiqamah dalam berkhidmat, memperkuat ukhuwah, dan menebar manfaat seluas-luasnya. Salah satu wujud nyata hari ini adalah santunan untuk anak yatim dan dhuafa, karena keberkahan organisasi akan hadir ketika kita peduli dengan sesama,” ujar Hj. Siti Rumzanah.
Ia melanjutkan bahwa acara ini bukan sekedar seremonial, akan tetapi sebagai bentuk refleksi. “Muslimat adalah organisasi perempuan yang harus hadir sebagai solusi umat. Melalui kegiatan seperti ini kita belajar berbagi, menguatkan ekonomi keluarga, dan bersama-sama mewujudkan ekonomi umat yang berkeadilan dan berkah,” lanjutnya.
Beliau juga mengapresiasi seluruh Panitia, PAC dan Ranting Muslimat yang telah bersinergi menyukseskan rangkaian kegiatan Harlah tahun ini.
Sementara itu, Ketua PCNU Kota Metro, KH. Ismail memberikan apresiasi tinggi atas konsistensi Muslimat NU dalam menjaga tradisi ke-NU-an dan gerakan sosial kedermawanannya.

“Muslimat NU adalah garda depan NU dalam membina keluarga, perempuan, dan masyarakat. Peringatan Harlah ke-80 ini tidak hanya seremonial, tapi diisi dengan amal nyata berupa santunan. Ini sejalan dengan nilai Ahlussunnah wal Jamaah annahdliyah, yaitu rahmatan lil ‘alamin dan ikut andil dalam program pemerintah untuk mensejahterakan masyarakat,” tutur KH. Ismail.
Kiai Ismail berpesan agar Muslimat NU terus menjadi rumah yang menenangkan bagi umat, menjaga marwah NU, dan menjadi teladan dalam pengabdian.
Beliau juga menekankan pentingnya kekompakan kader. “Mengatur kelompok manusia untuk rapi dan tertib itu sudah sulit, apalagi jika tidak hadir. Maka mari kita jaga kekompakan dan loyalitas untuk kebesaran NU,” pesannya.

Rangkaian acara diisi dengan Mauidzotul Hasanah oleh Nyai Hj. Afifah Shodiq, doa bersama untuk para pendiri Muslimat NU, serta penyerahan santunan secara simbolis kepada perwakilan anak yatim piatu dan dhuafa di Kelurahan Mulyojati.

Peringatan Harlah ke-80 Muslimat NU ini diharapkan menjadi pelecut semangat bagi seluruh kader untuk terus bergerak, berbuat, dan bermanfaat bagi umat.














