Sekolah Dasar Nahdlatul Ulama (SDNU) Kota Metro sukses menggelar Haflah Akhirussanah Wisuda Santri Angkatan III pada Sabtu (23/5/2026). Acara ini dirangkai dengan Tahtiman Qur’an 30 Juz Binnadhri, Juz 30 Bil Ghoib, serta wisuda Kitab-kitab Madrasah Diniyah (MADIN) tahun 2026.
Kepala SDNU Kota Metro, Nur Hidayatullah, dalam sambutannya menyatakan bahwa pendidikan dasar merupakan proses formal terlama. Fase ini krusial untuk membekali anak dengan pondasi keilmuan sosial dan agama yang kuat.
“SDNU menyadari kita belum bisa bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat. Maka, ini menjadi pondasi dan modal anak-anak kita untuk melanjutkan pendidikan dan mengarungi kehidupan,” ujarnya.
Ia menegaskan komitmen SDNU yang tertuang dalam slogan “Sekolah Umum Rasa Pesantren”. Melalui konsep ini, siswa tidak hanya belajar ilmu umum, tetapi juga dibekali akhlak mulia dan ilmu syariat.
Nur Hidayatullah menjabarkan tiga nilai utama yang menjadi modal dasar alumni SDNU, pertama dengan Ucapan Wajib menjaga lisan dengan tutur kata yang sopan dan santun, kedua Pakaian dengan Menerapkan standar minimal menutup aurat, ketiga dengan Sikap Memiliki tata krama yang baik dalam menghadapi pergaulan.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Sekolah juga menyampaikan kabar baik terkait perluasan lahan sekolah. Pihak sekolah telah membeli tanah berukuran 15×30 meter di lokasi kegiatan. Saat ini, sekolah terus berikhtiar melunasi lahan tersebut yang nantinya untuk pembangunan fasilitas gedung baru.
Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Metro, KH Ismail, memberikan apresiasi tinggi kepada Kepala SDNU dan LP Ma’arif NU yang telah berhasil menciptakan pendidikan berkualitas.
“SDNU Metro mampu menjadi sekolah yang bermutu dan dapat bersaing dengan sekolah-sekolah formal lainnya,” puji KH Ismail.
Menurutnya, SDNU memiliki keunggulan langka karena menerapkan perpaduan kurikulum umum nasional, kurikulum Cambridge, dan muatan lokal NU dengan biaya terjangkau. Keberhasilan meluluskan siswa yang khatam Al-Qur’an 30 Juz Binnadhri serta Bil Ghoib Juz 30 menjadi bukti nyata keunggulan tersebut.
KH Ismail membocorkan rencana strategis PCNU Metro untuk masa depan. Pada tahun ajaran 2027, PCNU Metro berencana mendirikan jenjang SMP dengan konsep serupa, yaitu “sekolah rasa pesantren”. Sekolah baru ini nantinya akan menjadi wadah integrasi bagi para lulusan SDNU Kota Metro.
Sambutan diakhiri dengan pesan pembekalan tentang resep kebahagiaan hidup, yaitu dengan konsisten menjalankan syariat Islam Ahlussunah Waljama’ah.














