Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Metro Selatan resmi mengukir sejarah baru dalam pengembangan dakwah dan pendidikan Islam. Sejarah ini ditandai dengan digelarnya acara doa bersama dalam rangka prosesi naik kap atap pembangunan kompleks gedung terpadu yang bertempat di Metro Selatan, Kota Metro pada Rabu (24/6/2026).
Pembangunan ini mencakup tiga fasilitas utama sekaligus, yaitu TK Ma’arif 3 Harun Ar-Rasyid, Madrasah Diniyah/TPQ, serta Gedung Sekretariat MWCNU Metro Selatan.
Prosesi adat spiritual berjalan khidmat yang dilanjutkan dengan ritual penyiraman molo (atap bangunan utama) sebagai simbol berkah dan keselamatan. Momentum bersejarah ini juga diperkuat dengan aksi nyata kepedulian sosial melalui penyerahan dana bantuan dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Metro. Bantuan sebesar Rp15.000.000,- (Lima Belas Juta Rupiah) tersebut disalurkan secara simbolis melalui BMT Artha Buana Metro yang secara langsung diserahkan oleh Ketua Pengawas Manajemen Abdul Manaf dan Manajer Tri Setyorini untuk mendukung kelancaran pembangunan.
Dalam sambutannya, Ketua MWCNU Metro Selatan, Kiai Markaban, menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas kekompakan seluruh warga nahdliyin yang terlibat.
“Hari ini kita tidak sekadar membangun struktur beton dan atap, melainkan sedang mengukir sejarah dan fondasi masa depan bagi generasi penerus Islam Ahlussunnah wal Jama’ah di Metro Selatan. Kehadiran TK Ma’arif, Madrasah Diniyah, dan TPQ ini adalah ikhtiar kita menyelamatkan moral anak-anak sejak dini. Sementara kantor sekretariat akan menjadi pusat peradaban dan koordinasi dakwah. Kami berterima kasih atas seluruh sumbangsih tenaga, pikiran, dan materi dari seluruh jamaah,” ujar Kiai Markaban.
Senada dengan hal tersebut, Ketua PCNU Kota Metro, KH Ismail, memberikan apresiasi tinggi atas progres cepat dan kemandirian yang ditunjukkan oleh MWCNU Metro Selatan. Beliau juga menekankan pentingnya transparansi dan keberlanjutan setelah gedung ini berdiri.
“PCNU Kota Metro sangat bangga atas capaian luar biasa ini. Bantuan senilai 15 juta rupiah melalui BMT Artha Buana ini adalah wujud stimulan dan komitmen kami untuk selalu hadir menguatkan struktur di tingkat kecamatan. Pesan saya, rawatlah semangat gotong royong ini. Jangan sampai setelah gedung megah ini selesai, kegiatannya justru sepi. Hidupkan tempat ini dengan syiar-syiar NU, didik anak-anak kita dengan ilmu yang barokah, dan jadikan sekretariat ini sebagai rumah yang ramah bagi seluruh umat,” tutur KH Ismail tegas.
Acara kemudian ditutup dengan ramah tamah bersama para kiai, tokoh masyarakat, pengurus badan otonom (Banom) NU, serta warga sekitar yang antusias menyaksikan prosesi penutupan atap bangunan tersebut.













