Koperasi Konsumen Nahdlatut Tujar (KNT) Kota Metro sukses menyelenggarakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2025 di Aula Universitas Ma’arif Lampung, Ahad (8/2/2026).
Dalam agenda tertinggi koperasi tersebut, KNT mencatatkan performa positif dengan membagikan Sisa Hasil Usaha (SHU) sebesar Rp 68.000.000 kepada Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Metro.
Acara yang berlangsung khidmat di Aula Universitas Ma’arif Lampung Kota Metro ini dihadiri oleh jajaran pengurus, pengawas, dan 197 anggota yang semua merupakan warga Nahdliyin.
Selain pembagian SHU, RAT ini juga menjadi momentum evaluasi program kerja dan penetapan strategi bisnis tahun 2026.
Sambutan Ketua Koperasi Nahdlatut Tujjar, Hi. Agus Rinasyaka, berikan apresiasi kepada seluruh pengurus dan anggota atas dedikasinya sehingga koperasi terus berkembang.
“Perkembangan Aset pencapaian signifikan, Aset koperasi yang awalnya sebesar Rp1 Miliar, kini telah meningkat pesat menjadi Rp3,2 Miliar,” ujarnya.

Ia melanjutkan rencana strategis ke depan untuk membuka cabang-cabang baru guna memperluas jangkauan layanan.
“Unit Bisnis Strategis
Koperasi saat ini fokus mengelola dua unit bisnis utama, pertama
Kebutuhan Pokok Produksi dan distribusi Air Mineral WayNu, kedua Ritel Pengoperasian NT Mart,” lanjutnya.
Kontribusi Khidmah kepada NU
Menegaskan komitmen kemandirian ekonomi organisasi melalui alokasi 15% SHU (Sisa Hasil Usaha) untuk PCNU Kota Metro.
“Secara tidak langsung, dengan membesarkan koperasi ini, kita semua ikut berkontribusi dalam khidmah nyata bagi kemajuan Nahdlatul Ulama di Kota Metro,”ungkapnya.
Sementara itu Ketua PCNU Kota Metro, KH Ismail berikan Apresiasi dan Penguatan Ideologi serta menyambut positif perkembangan koperasi sebagai bukti nyata kemandirian.

“Kehadiran Koperasi Nahdlatut Tujjar ini sangat tepat, karena inilah wujud kita ber-NU dengan benar, mandiri secara ekonomi,” ujarnya.
Bukti Kemandirian Refleksi Harlah 1 Abad NU, memberikan bukti nyata kekuatan swadaya warga NU.
“Pelaksanaan Harlah 1 Abad NU berhasil diselenggarakan tanpa meminta bantuan uang sepeser pun dari pihak luar,” tuturnya.
Total biaya kegiatan mulai dari Musabaqoh yang diikuti 1.800 peserta dan Puncak Harlah yang dihadiri sekitar 5.000 Jama’ah mencapai lebih dari Rp300 Juta, dengan rincian Uang tunai sebesar Rp141 Juta, Sisanya berupa sumbangan konsumsi dan barang.
Harapan dan Instruksi Strategis KH Ismail kepada pengurus Nahdlatut Tujjar tidak cepat berpuas diri dengan pencapaian saat ini.
Mengingatkan kembali program tahun lalu yang harus segera diakselerasi, yaitu pembangunan gerai-gerai minimarket (NT Mart) di berbagai titik strategis.














