Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumatera Selatan dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Palembang melakukan kunjungan silaturahmi sekaligus studi tiru ke Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Metro di Aula Universitas Ma’arif Lampung pada Rabu (11/02/2026).
Dalam sambutannya, Ketua PCNU Kota Metro, KH Ismail, mengawali acara dengan memperkenalkan jajaran pengurus, lembaga, serta Badan Otonom (Banom) yang aktif menjalankan roda organisasi di Kota Metro. Beliau menyampaikan apresiasi dan rasa haru atas kunjungan ini.
“Sebenarnya saya merasa malu, apa yang akan ditiru dari kami kecuali nilai Kerjasama dan Komitmen yang telah kami bangun dalam jangka waktu yang panjang,” ujar KH Ismail merendah saat menyambut hangat rombongan.
Ia menekankan bahwa pencapaian PCNU Metro merupakan hasil dari konsolidasi yang tiada henti antarlembaga dan badan otonom.
“Di PCNU Kota Metro, kami terus berikhtiar mengedepankan tiga pilar utama: gerakan ekonomi, keilmuan, dan kebangsaan. Kehadiran para kiai dari Sumsel hari ini bukan sekadar studi tiru, melainkan momentum bagi kami untuk juga belajar dari semangat konsolidasi PWNU Sumsel yang sangat luas wilayahnya. Semoga sinergi ini membawa berkah bagi kemajuan umat di kedua provinsi,” ujar Kiai Ismail.
Merespons hal tersebut, Ketua PWNU Sumatera Selatan KH M. Hendra Zainuddin Al Qodiri menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan PCNU Kota Metro. Beliau menegaskan bahwa poin utama kunjungan ini sudah langsung didapatkan di awal pertemuan.
“Kami sudah mendapatkan dua inti studi tiru hari ini, yaitu pentingnya Kerjasama dan Komitmen. Alhamdulillah Al ujroh biqodril masyaqqoh, kami akan fokus melakukan studi tiru pada pengelolaan BMT (Baitul Maal wat Tamwil) dan sistem Pendidikannya,” ungkapnya.
Ia melanjutkan kekagumannya terhadap progresivitas PCNU Kota Metro dalam mengelola organisasi di tingkat cabang namun dengan kualitas yang diakui secara nasional.
“Kami sengaja datang jauh-jauh dari Sumatera Selatan dan Palembang ke Kota Metro karena kami melihat PCNU Metro adalah ‘role model’ cabang yang mandiri secara ekonomi dan tertib secara organisasi. Semangat kemandirian inilah yang ingin kami bawa pulang dan tularkan ke PCNU-PCNU di Sumatera Selatan. Kami ingin belajar bagaimana PCNU Metro bisa menggelar kegiatan-kegiatan yang memberi dampak nyata secara ekonomi dan sosial bagi warga Nahdliyin,” tutur KH. Hendra Zainuddin.
Turut hadir memberikan arahan, Katib Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Muhyidin Tohir. Dalam arahannya, beliau memberikan apresiasi tinggi terhadap capaian PCNU Kota Metro dan mendorong adanya pertukaran ilmu antarwilayah di luar Pulau Jawa.
“Kami dari PBNU hanya bisa memfasilitasi. Studi tiru itu tidak harus selalu ke Jawa. Jawa belum tentu lebih baik dari Sumatera dalam hal-hal tertentu. Apa yang ada di Metro ini adalah bukti nyata,” tutur KH Muhyidin Tohir.
Sesi inti acara diisi dengan diskusi dan pemaparan mendalam mengenai perjalanan kemandirian Pendidikam dan ekonomi yang dikelola oleh PCNU Kota Metro. Materi ini disampaikan oleh Sekretaris PCNU Kota Metro, Agus Setiawan, yang menjelaskan strategi membangun unit usaha organisasi hingga mampu menopang kegiatan dakwah dan sosial secara mandiri.
Kunjungan ini diharapkan dapat mempererat ukhuwah nahdliyyah serta menjadi pemantik bagi PWNU Sumatera Selatan untuk mengadaptasi kesuksesan tata kelola ekonomi dan pendidikan yang telah berjalan di Kota Metro.














