Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Metro Pusat resmi memulai pembangunan Madrasah Diniyah yang ditandai dengan prosesi peletakan batu pertama di Hadimulyo Barat, Metro Pusat, Senin (16/2/2026).
Proyek strategis ini diproyeksikan menjadi pusat pengembangan pendidikan dan dakwah Islam di bawah naungan Nahdlatul Ulama di Kota Metro.
Dalam sambutannya, Ketua MWCNU Metro Pusat, H. Supriyanto, menegaskan bahwa pembangunan ini merupakan pelaksanaan mandat langsung dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Metro. Fasilitas pendidikan ini akan berdiri di atas lahan seluas 5.000 m².
“Sesuai mandat, kami akan membangun delapan gedung berlantai tiga. Menariknya, di tengah-tengah komplek bangunan tersebut akan berdiri sebuah Masjid sebagai pusat spiritualitas,” ungkap H. Supriyanto.
Ia juga mengajak seluruh jajaran pengurus, warga NU, serta lingkungan sekitar untuk bergotong-royong dan berpartisipasi aktif menyukseskan pembangunan ini.
Ketua PCNU Kota Metro, KH. Ismail, memberikan apresiasi tinggi atas langkah progresif MWCNU Metro Pusat. Ia menekankan bahwa momentum ini bertepatan dengan semangat An-Nahdhoh atau kebangkitan abad kedua NU.
“Kita membangun untuk kepentingan kita di akhirat nanti. Tanah ini adalah wakaf dari Ibu Sarah Bulqis yang mengamanahkan lahannya sebagai pusat pengembangan Nahdlatul Ulama,” jelas KH. Ismail.
Lebih lanjut, KH. Ismail mengutip pesan dari Buya Zakaria mengenai tiga amalan yang pahalanya tidak terputus setelah manusia wafat, di mana salah satunya adalah amal jariyah.
“Program ini bukan sekadar program organisasi, tetapi merupakan pekerjaan seumur hidup bagi kita semua. Saya berharap seluruh warga NU ikut mengambil peran dalam amal jariyah ini,” pungkasnya.
Pembangunan Madrasah Diniyah ini diharapkan tidak hanya menjadi simbol fisik, tetapi juga menjadi kawah candradimuka bagi generasi muda NU di Kota Metro yang berakhlakul karimah dan berwawasan Ahlussunnah wal Jama’ah.














