Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Metro menyelenggarakan kegiatan Halal Bihalal Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Acara penuh khidmah ini dipusatkan di Gedung Serbaguna (GSG) Universitas Ma’arif Lampung (UMALA) pada Sabtu, (11/4/2026).
Dalam sambutannya, Ketua PCNU Kota Metro, KH Ismail, menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin kepada seluruh warga Nahdliyin. Beliau menekankan esensi dalam berorganisasi di NU.
“Ber-NU semata-mata adalah menjalankan perintah Allah SWT dalam mengembangkan ajaran agama Islam,” ujar KH Ismail.
Beliau juga mengajak para pengurus dan warga NU untuk melakukan transformasi diri pasca-Ramadhan dengan menanamkan tiga prinsip kerja.
“Disiplin tanpa diawasi, Bekerja tanpa diperintah, Bertanggung jawab tanpa diminta”, tuturnya.
Pada kesempatan KH Ismail juga menginformasikan perkembangan aset PCNU Kota Metro, yakni Penerimaan tanah wakaf seluas 1.600 m² dari Bapak Ponijan dan Pembelian tanah seluas 900 m² senilai Rp495 Juta.
Tausiyah disampaikan oleh KH Buya Zakaria Ahmad. Beliau menjelaskan bahwa ada dua golongan manusia yang suci kembali bagaikan bayi yang baru dilahirkan.
“Pertama Orang yang menunaikan ibadah Haji (Haji Mabrur), kedua Orang yang menjalankan ibadah puasa Ramadhan dengan iman dan takwa”, Ujarnya.
Kemudian Beliau jelaskan Ikrar Halal Bihalal & Landasan Al-Qur’anDalam prosesi ikrar maaf-memaafkan, ditekankan pentingnya menjadi pribadi yang bertaqwa sesuai dengan isyarat QS. Ali ‘Imran: 133-134, yang mencakup tiga poin utama.
“Pertama Meminta Maaf, Kesadaran untuk mengakui kesalahan, kedua berinfaq, Gemar bersedekah baik dalam keadaan lapang maupun sempit (sulit), ketiga Saling Memaafkan, Menahan amarah dan memaafkan kesalahan orang lain”, tutup Buya Zakaria.














