Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Metro sukses menyelenggarakan Safari Ramadhan putaran keempat yang bertempat di Masjid As-Siroj, Kelurahan Mulyosari, Kecamatan Metro Barat, Rabu (4/3/2026) malam.
Dalam sambutannya, Ketua MWCNU Metro Barat, Kiai Sudirman, melaporkan perkembangan signifikan terkait aset keumatan di wilayahnya.
“Saya sampaikan bahwa di Lingkungan 1 Mulyosari, seluruh masjid dan mushola telah secara resmi diwakafkan ke organisasi Nahdlatul Ulama,” tuturnya.
Menanggapi hal tersebut, Ketua PCNU Kota Metro, KH Ismail, menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada warga dan pengurus atas kesadaran hukum dan organisasi tersebut.
“Kami sangat mengapresiasi masjid dan mushola di Mulyosari yang sudah dinadzirkan ke NU. Semoga dengan menjadi aset wakaf NU, kita dapat terus menjaga dan melestarikan Amaliyah Islam Ahlussunah Waljama’ah dari generasi ke generasi,” ujar KH Ismail.
Beliau juga menitipkan pesan agar pengelolaan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) di Mulyosari terus dimaksimalkan. Menurutnya, penguatan pendidikan Al-Qur’an sejak dini adalah kunci agar generasi mendatang mampu menjaga kedamaian dan kerukunan di lingkungan Mulyosari.
Acara selanjutnya tausiyah oleh Rais Syuriah PCNU Kota Metro, KH Buya Zakaria Ahmad. Beliau mengawali ceramah dengan mengingatkan pentingnya mempersiapkan diri sejak bulan Sya’ban sebagai gerbang menuju Ramadhan.
“Dalam Al-Qur’an, persiapan spiritual ini tercermin dalam semangat ayat-ayat tentang kesucian, di mana bulan Sya’ban sering dianggap sebagai waktu untuk “menanam” sebelum “memanen” di bulan Ramadhan,” tuturnya.
Sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. Al-Baqarah: 183 yang berujung pada tujuan utama: “La’allakum tattaquun” (agar kalian bertakwa).
Buya Zakaria menjelaskan bahwa untuk menjadi manusia yang bertaqwa seutuhnya, ada tiga dimensi yang harus diperbaiki.
Pertama, Hablum Minallah Memperbaiki hubungan ibadah langsung kepada Allah SWT, kedua Kualitas Diri dengan Menjaga kehormatan dan kebaikan terhadap diri sendiri.
Ketiga, Kesalehan Sosial dengan bersikap baik dan bermanfaat bagi lingkungan sekitar, keempat menjaga Pahala PuasaSebagai penutup, Buya Zakaria mengajak jamaah untuk tidak sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga menjauhi perbuatan yang dapat merusak atau menghanguskan pahala puasa (maksiat batin dan lisan), seperti:Berbohong (Kadzib)Ghibah (Menggunjing orang lain), Adu domba (Namimah)Sumpah palsuMelihat dengan syahwat.
Sebagai wujud nyata kepedulian organisasi, acara ditutup dengan penyerahan berbagai bantuan, di antaranya dana operasional senilai Rp5.000.000,- dari PCNU Kota Metro untuk Masjid As Siroj sebagai bentuk dukungan terhadap Syi’ar keagamaan.
Kemudian bingkisan Al-Qur’an dari Kampus Universitas Ma’arif Lampung (UMALA). Penyerahan SK JPZISNU untuk Masjid/Mushala se-Metro Barat oleh LAZISNU PCNU Kota Metro.
Selanjutnya program kambing bergulir yang akan diserahkan pada tahap berikutnya sebagai upaya pemberdayaan ekonomi umat.













