Kabar membanggakan kembali hadir dari Pondok Pesantren Darul A’mal Kota Metro. Dua santri unggulan berhasil terpilih menjadi delegasi Provinsi Lampung pada ajang Semifinal Musabaqah Qiroatul Kutub Internasional (MQKI) 2025 yang akan diselenggarakan pada 30 September 2025 di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan.
Kedua santri tersebut adalah Awab Abdul Qodir bin Seman, yang akan berkompetisi pada cabang Marhalah Ulya – Majelis Tauhid, serta Rio Wijaya bin Mujianto, yang mengikuti cabang Marhalah Ulya – Majelis Nahwu. Kehadiran keduanya di ajang kompetisi ini menjadi inspirasi bagi para santri lain, baik di lingkungan Darul A’mal maupun pesantren se-Kota Metro dan se-Provinsi Lampung.
Gus Ahmad Robert, salah satu cucu dari KH Husnan Musthofa Gufron (pendiri Pondok Pesantren Darul A’mal), menyampaikan bahwa capaian ini adalah bukti nyata konsistensi Darul A’mal dalam menjaga tradisi kajian kitab kuning yang juga sebagai warisan keilmuan para Ulama harus terus menerus dijaga kelestariannya untuk diajarkan selalu pada Kalangan Santri diDunia Pesantren.
Darul A’mal setiap harinya senantiasa istiqamah mengkaji kitab kuning, baik setelah Subuh dengan kajian Tafsir Jalalain yang dikaji oleh Kiyai Wasyim dan Shohih Bukhari yang dikaji oleh KH Syamsudin Thohir, bakda Magrib ada kajian kitab Nashoihul Ibad yang dikaji oleh Buya Wahid Asy’ari selaku Pengasuh Darul A’mal dan Kajian Kitab Ihya’ Ulumuddin yang dikaji oleh Kiyai Wasyim, maupun bakda Isya’ dengan berbagai kajian Kitab yang lebih beragam. Mulai dari fan keilmuan Nahwu, Shorof, Tauhid, Tarikh, Fikih, hingga Ushul Fikih. Ini adalah sebuah tradisi pembelajaran yang diwariskan sejak era pendiri Al Ma’had Darul A’mal yakni beliau KH Husnan Musthofa Gufron yang dijuluki Sang Singa Putih Penjaga Rimba Ulama, dan terbukti terus melahirkan santri berprestasi hingga saat ini,” ungkapnya.
Selain rutinitas pengajian, Darul A’mal juga memiliki agenda mingguan Musyawirin, yakni forum musyawarah kitab kuning di mana para santri dilatih membedah ibarat kitab untuk menemukan solusi dari problematika umat. Tradisi ilmiah ini semakin mengokohkan Darul A’mal sebagai pesantren yang konsisten mencetak kader ulama berdaya pikir kritis.
Sementara itu,Kiai Roudhul Akhyar, Rois Madrasah Diniyyah Aliyyah Darul A’mal, memberikan pesan motivasi kepada para santri yang berangkat.
Menang atau kalah adalah dua hal yang wajar dalam perlombaan. Namun keberanian untuk melangkah adalah titik awal kesuksesan. Selamat berjuang, semoga keberuntungan selalu membersamai langkah para santri dalam menuntut ilmu,” ujarnya.
Dalam mengawal mutu pembelajaran diniyyah, Kiai Roudhul juga didampingi oleh Yai Mufid Arsyad, Yai Zainal Mahmudi, dan Yai Imam Musthofa yang berperan sebagai lembaga penjamin mutu pendidikan santri di Darul A’mal.
Adapun Kiai Luthfi Hakim, Rois Madrasah Diniyyah Tsanawiyah, berharap agar ke depan semakin banyak santri Darul A’mal dari berbagai tingkatan yang mampu tampil di level nasional.
Kita ingin potensi santri
dari tingkat Ula, Wustho, hingga Ulya sama-sama dimaksimalkan, sehingga tidak hanya Ulya saja yang menjadi delegasi. InsyaAllah ke depan seluruh tingkatan bisa unjuk gigi berkompetisi dengan santri dari seluruh
penjuru Indonesia,”
jelasnya.
Dengan semangat, doa, dan dukungan penuh dari para guru serta keluarga besar pesantren, santri Darul A’mal optimis mampu memberikan yang terbaik untuk Provinsi Lampung di kancah Semifinal MQKI 2025 mendatang.
Kontributor : Ahmad Robert
Editor : Dedek Riwanto JS














