Metro, 19 Juli 2026 – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Metro melalui Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) dan Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) menggelar kegiatan Standarisasi Kompetensi dan Kaderisasi Imam dan Khotib di Gedung Serba Guna (GSG) Universitas Ma’arif Lampung (Umala), Metro, pada Minggu (19/7/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh 189 peserta yang terdiri atas imam dan khotib dari seluruh Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) se-Kota Metro. Program tersebut menjadi bagian dari ikhtiar PCNU Kota Metro dalam memperkuat kualitas pelayanan keagamaan di masjid sekaligus menyiapkan regenerasi imam dan khotib yang berhaluan Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.
Pembukaan kegiatan dihadiri oleh Rois PCNU Kota Metro *KH Zakaria Ahmad, B.A., Rois MWCNU Metro Utara **Kyai Abdul Hamid, Ketua PCNU Kota Metro **H. Ismail, S.Ag., M.M., serta Rektor Universitas Ma’arif Lampung *Dr. Agus Setiawan, M.H.I.
Ketua LDNU PCNU Kota Metro, Dr. Ahmad Muslimin, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan menyamakan standar kompetensi imam dan khotib kader NU di Kota Metro sehingga memiliki kualitas yang seragam dalam memimpin ibadah dan menyampaikan dakwah kepada masyarakat.
“Kegiatan ini juga menjadi bagian dari proses regenerasi imam dan khotib di lingkungan Nahdlatul Ulama. Setelah pelaksanaan kegiatan ini, kami akan melakukan evaluasi sebagai tindak lanjut untuk melihat sejauh mana para peserta dapat diakomodasi oleh masjid-masjid yang berafiliasi dengan NU,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PCNU Kota Metro, H. Ismail, S.Ag., M.M., mengungkapkan rasa syukur melihat tingginya antusiasme generasi muda yang bersedia menjadi imam dan khotib. Menurutnya, hal tersebut menjadi modal penting bagi keberlangsungan dakwah Nahdlatul Ulama di masa mendatang.
“Saya bahagia karena di Kota Metro masih banyak anak muda yang siap menjadi imam dan khotib. Ini menunjukkan bahwa kaderisasi berjalan dengan baik,” katanya.

Ia menegaskan bahwa masjid memiliki peran strategis sebagai pusat dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan umat. Oleh karena itu, penguatan kapasitas imam dan khotib menjadi salah satu langkah penting dalam menghidupkan fungsi masjid secara optimal.
“Fungsi masjid sebagai pusat dakwah menjadi alasan utama mengapa kegiatan ini diselenggarakan oleh LTMNU dan LDNU. Saya berharap kolaborasi kedua lembaga ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi terus berlanjut melalui berbagai program yang mampu meningkatkan peran masjid di tengah masyarakat,” lanjutnya.
Ismail juga berharap seluruh masjid yang dikelola kader-kader Nahdlatul Ulama terus mengalami peningkatan dalam aspek pelayanan, pembinaan jamaah, maupun kualitas dakwah sehingga semakin memberikan manfaat bagi umat.

Melalui kegiatan standarisasi kompetensi dan kaderisasi ini, PCNU Kota Metro berharap lahir imam dan khotib yang tidak hanya memiliki kemampuan membaca dan menyampaikan khutbah dengan baik, tetapi juga memiliki pemahaman keagamaan yang moderat, berakhlak, serta mampu menjadi teladan bagi masyarakat sesuai dengan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.














