Dalam rangka menyambut momentum Idul Adha serta meningkatkan kompetensi tukang jagal halal, Lembaga Amil Zakat Infak dan Sedekah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (LAZISNU PCNU) Kota Metro menyelenggarakan Pelatihan Kang Jalal (Tukang Jagal Halal) pada Sabtu (31/05/2025).
Pelatihan ini digelar di Kampus Universitas Ma’arif Lampung (UMALA) Metro Utara Kota Metro dengan jumlah peserta 224 yang berasal dari Kota Metro, Mesuji, Lampung Tengah, Lampung Timur dan Lampung Selatan.
Ketua Lazisnu PCNU Metro Kiai Markaban dalam sambutannya menyampaikan Apresiasi dan ucapan terimakasih.

“Kami ucapkan selamat datang peserta Kang JALAL, Alhamdulillah peserta berjumlah 224 peserta sesuai harapan Ketua PCNU Metro. Peserta tidak hanya dari Metro tapi ada dari Mesuji, Lampung Tengah, Lampung Timur dan Lampung Selatan”, ujarnya.
Sementara itu Kiai Mufid Arsyad Wakil Ketua PCNU Metro, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan membekali masyarakat dengan ilmu dan keterampilan penyembelihan hewan sesuai syariat Islam.

“Dengan pelatihan ini, kita ingin memastikan bahwa proses penyembelihan hewan qurban dilakukan secara halal, profesional, dan memperhatikan aspek kesejahteraan hewan,” ujarnya.
Ustadz Arman Mashduqi selaku Inisiator Kang JALAL Lampung menyampaikan bahwa Materi pelatihan mencakup teknik merobohkan hewan, mengasah bilah pisau dan menyembelih dengan benar, fiqih qurban, serta aspek kesehatan hewan. Para peserta juga akan mendapatkan berbagai fasilitas seperti modul materi, sertifikat, kaos pelatihan “Kang Jalal”, snack, dan makan siang dari panitia.
Kiai Abdul Hamid Wakil Rais PCNU Metro dalam menyampaikan materi fiqih qur’ban menegaskan pentingnya sembelihan halal bagi umat Islam. Tidak hanya dari sisi agama, tetapi juga dari segi kesehatan, etika, dan spiritualitas.
Ia menjelaskan bahwa sembelihan halal merupakan bentuk ketaatan terhadap perintah Allah sebagaimana tertuang dalam Al-Qur’an, khususnya Surat Al-Baqarah ayat 173, yang dengan jelas melarang konsumsi hewan yang tidak disembelih atas nama Allah.

Selain itu, Islam juga menekankan pentingnya etika terhadap hewan. Hewan yang akan disembelih harus diperlakukan dengan baik, tidak disiksa, diberi makan dan minum, serta disembelih menggunakan alat yang tajam agar tidak menimbulkan penderitaan.
Secara spiritual pun, mengonsumsi daging dari sembelihan yang halal akan mendatangkan keberkahan dalam hidup, menjaga kebersihan jiwa, serta menjadi salah satu faktor diterimanya doa dan ibadah seseorang.

“Memilih makanan dari sembelihan halal adalah wujud nyata identitas dan komitmen seorang Muslim dalam menjalankan ajaran agama Islam termasuk dalam hal yang tampak sederhana seperti makanan sehari-hari,” ungkapnya.
Sementara Dari dinas ketahan pangan, peternakan dan perikanan Kota Metro drh Ruri Aw, M.Sc menyampaikan sisi kesehatan hewan yang akan dikurbankan.
“Hewan yang mau menjadi qur’ban harus sehat supaya daging lebih higienis, bersih dari penyakit, bakteri, dan tahan lama,” jelasnya.














