Ribuan Nahdliyin dari berbagai penjuru membanjiri lokasi puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) 1 Abad NU yang diselenggarakan oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Metro di Lapangan Mulyojati Metro Barat, Sabtu (31/1/2026) malam.
Diperkirakan lebih dari 5.000 orang hadir memenuhi lapangan Mulyojati Metro Barat, menciptakan pemandangan Lautan Nahdliyin yang khidmat dan penuh semangat menyongsong abad kedua organisasi tersebut.
Acara yang berlangsung meriah ini menjadi tonggak sejarah penting bagi PCNU Kota Metro masa khidmah 2025-2030 di bawah kepemimpinan Ketua Tanfidziyah KH Ismail dan Rais Syuriyah KH Zakaria Ahmad.
Rais Syuriyah PCNU Kota Metro, KH Zakaria Ahmad dalam sambutannya menyampaikan Qanun Asasi Nahdlatul Ulama yang menjadi dasar prinsip ideologis dan landasan jam’iyyah Nahdlatul Ulama.
“Harlah bukan sekedar penanda usia organisasi tetapi momentum muraja’ah manhaj yakni mengingat kembali perjuangan yang telah digariskan oleh para Ulama dan muassis Nahdlatul Ulama,” ujarnya.
Ia melanjutkan bahwa NU juga merupakan jam’iyyah ijtima’iyyah organisasi sosial keumatan yang bertanggungjawab membawa perubahan masyarakat menuju kondisi yang lebih baik.
“NU harus dapat hadir untuk mengurusi dan menyantuni fakir miskin dan kaum lemah, mendorong kemandirian umat, menguatkan pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.
Memasuki abad kedua ini, PCNU Kota Metro berkomitmen untuk terus memperkuat tiga pilar utama, gerakan kemandirian ekonomi (Nahdlatut Tujjar), gerakan keilmuan atau Pendidikan (Nahdlatul ‘Ilmiyah), dan sosial kemasyarakatan.
“Ini bentuk Implementasi nyata dari Qonun Asasi, dengan tujuan akhir terwujudnya masyarakat yang adil, makmur dan sejahtera lahir batin,” katanya.
Puncak Harlah diisi dengan istighotsah, penampilan Syarhil Qur’an, Pencak Silat Pagar Nusa, Lesbumi dan juga dimeriahkan dengan berbagai kegiatan, termasuk peletakan batu pertama pembangunan infrastruktur pendidikan oleh jajaran MWCNU serta pemberian penghargaan bagi kader-kader berprestasi dalam rangkaian perlombaan musabaqah yang telah digelar sebelumnya.














